|
Bertempat di Hotel Melia Kota Tanjungpinang, Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan resmi membuka acara Pelatihan Review Pengelola Keluarga Berencana Bagi PLKB(Petugas Lapangan Keluarga Berencana), PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) Dan Sub PPKBD Tahun 2010 pada Selasa 1 Juni 2010. Acara yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Tanjungpinang ini juga dihadiri Jajaran Pejabat Pemerintah Kota Tanjungpinang, Narasumber Pelatihan, Tim Penggerak PKK dan peserta pelatihan.
Gerakan Keluarga Berencana Nasional mempunyai ciri-ciri pokok tentang adanya penggalangan komitmen, penjelasan tentang cita-cita keluarga kecil bahagia dan sejahtera serta upaya kesinambungan agar tercapainya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera dalam suasana yang kondusif dan melembaga, sehingga Program KB bisa menyentuh sampai ke masyarakat.
Dalam perkembangan lanjutan Gerakan KB Nasional pada tahun 80 sampai 90an berkembang cukup pesat tetapi pada tahun 2000an mulai mengalami penurunan karena tidak berfungsinya PLKB serta melemahnya peran institusi masyarakat baik PPKBD maupun sub PPKBD. 
“Saya berharap dengan adanya Review Pengelola KB bagi PLKB, PPKBD dan Sub PPKBD, penggarapan Program KB dapat lebih ditingkatkan lagi karena PLKB adalah ujung tombak terwujudnya program KB”, tutur Suryatati.
“Dengan dilaksanakannya acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap masyarakat akan makna dan pentingnya program KB dalam upaya menurunkan, menunda atau menjarangkan kelahiran dengan menggunakan alat kontrasepsi baik yang dapat diperoleh secara mandiri ataupun diperoleh secara Cuma-Cuma khususnya bagi keluarga prasejahtera”, ujar Suryatati.
Adapun 10 langkah pelaksanaan tugas PLKB dan institusi adalah :
- Pendekatan Tokoh Formal
- Pendekatan Informal
- Membuat Kesepakatan
- Pendataan dan Pemetaan Wilayah
- Penegasan Kesepakatan
- Penyuluhan
- Penyiapan Group Pelopor dan Penumbuhan Institusi
- Pelayanan KB, KS dan Kependudukan
- Pembinaan Keluarga
- Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi.

“Dengan 10 langkah PLKB diatas PLKB dan Institusi akan dapat melaksanakan perannya lebih baik dan akomodatif sehingga populasi penduduk dapat dikendalikan, menurunkan angka kelahiran, menurunkan angka kematian ibu pada saat melahirkan serta meningkatkan kualitas penduduk”, tutup Suryatati. *** humpro.setdako.tanjungpinang
|