Diskominfo – Wakil Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP minta agar BUMD Tanjungpinang Makmur Bersama memfasilitasi penyediaan DOC, pakan ternak, dan obat-obatan kepada para peternak ayam di Tanjungpinang. Hal itu ditujukan agar peternak ayam tidak semata-mata bergantung pada agen dalam hal pemenuhan kebutuhan dan pengembangan usaha ternak ayam.

Permintaan tersebut disampaikan Hj. Rahma ketika memimpin rapat bulanan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang di ruang rapat kantor walikota, Kamis (17/1). Berdasarkan informasi dari perwakilan peternak ayam Muslimin, yang turut diundang dalam rapat TPID, diketahui bahwa kenaikan harga DOC (bibit ayam), pakan, dan obat-obatan dikendalikan oleh agen. Hal itu menyebabkan kesulitan di tingkat peternak, karena tingginya biaya produksi tidak dapat diikuti oleh kenaikan harga jual ayam di tingkat peternak.

“Untuk mengatasi permasalahan ini, kita akan adakan rapat tersendiri dengan para peternak ayam. Saya minta agar BUMD dapat melakukan pengkajian terhadap kemungkinan untuk memfasilitasi penyediaan DOC, pakan, dan obat-obatan. Dengan demikian pemerintah mampu ikut mengontrol harga ayam di pasaran,” kata Hj. Rahma dalam rapat TPID yang juga dikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Drs. Riono selaku Ketua TPID Kota Tanjungpinang, BPS Kota Tanjungpinang, BI Perwakilan Provinsi Kepri, TPID Provinsi Kepri, serta berbagai unsur terkait.

Berdasarkan hasil rapat tersebut juga diketahui bahwa tingkat inflasi Kota Tanjungpinang per Desember 2018 berada pada angka 0,85 persen. Tingkat inflasi Kota Tanjungpinang per Desember 2018 itu masih jauh berada di bawah inflasi Kota Batam yang mencapai angka 1,20 persen. Menurut perhitungan BPS Kota Tanjungpinang, komoditi dominan yang memberi pengaruh terhadap besaran inflasi Tanjungpinang per Desember 2018 adalah sektor angkutan udara. Kenaikan harga tiket pesawat pada bulan Desember 2018, memberikan andil pada inflasi Tanjungpinang sebesar 0, 37 persen.

Ketua TPID Kota Tanjungpinang Drs. Riono menambahkan bahwa untuk mempengaruhi harga bawang merah dan cabai merah di pasaran, BUMD telah mendatangkan bawang dan cabai merah dari Solok. Intervensi BUMD Tanjungpinang Makmur Bersama ini diharapkan mampu menekan kenaikan harga dua komoditi tersebut, hingga angka inflasi yang dipengaruhi oleh kedua komoditi itu mampu ditekan.

Sementara Bulog Subdivre Tanjungpinang melaporkan bahwa persediaan beras untuk Kota Tanjungpinang masih terjamin hingga dua bulan ke depan. Pasokan beras ke Tanjungpinang sendiri masih akan terus bertambah, karena saat ini tambahan persediaan beras untuk wilayah pelayanan Bulog Subdivre Tanjungpinang masing dalam perjalanan.

“Untuk menekan harga barang kebutuhan pokok lainnya, kita juga akan segera melakukan rapat tersendiri dengan pengusaha, distributor, dan Pelindo terkait dengan jam operasional bongkar muat barang di pelabuhan Batu 6. Karena panjangnya antrian bongkar muat berpengaruh pada biaya sandar yang juga mempengaruhi harga-harga barang kebutuhan pokok,” ungkap Riono. (d’guh/kominfo)