Adanya berbagai macam pandangan dari beberapa kalangan terhadap perubahan tempat pelaksanaan bazar imlek yang akan dilaksanakan di Jalan Teuku Umar , Walikota Tanjungpinang H.  Syahrul,  S. Pd mengatakan bahwa bazar tersebut tetap dilaksanakan sesuai hasil putusan rapat 4 Januari 2019  yang dipimpin Sekda dan dihadiri Wakil Walikota yang dihadiri semua pihak. Hal tersebut ditegaskannya Selasa (8/1) di Kantor Walikota. 

 

Syahrul memaparkan,  sesuai hasil kesepakatan bersama bahwa sudah diputuskan pelaksanaan bazar imlek tahun 2019 dilaksanakan di jalan Teuku Umar.

 

Sebelumnya, ada 4 kelompok yang memasukkan proposal ke Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk pengelolaan bazar imlek dengan tempat pelaksanaan yang berbeda-beda. Keempat kelompok tersebut adalah: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang,  LPM Kelurahan Tanjungpinang Kota,  Amananah Tionghoa Indonesia (ATI)  dan Ikatan tionghoa muda (ITM) 

 

Dari 4 kelompok tersebut,  hanya pak Accu saja yang tidak setuju, karena selama 15 tahun pelaksanaan bazar imlek dilaksanakan sepanjang jalan Pasar Ikan dan pak accu yang mengelola,  namun 3 kelompok lagi mendukung kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Tanjungpinang. 

 

 Dengan adanya perbedaan tersebut, maka diambil jalan tengah sehingga pengelola bazar imlek LPM Kelurahan Tanjungpinang Kota,  dan lokasi ditetapkan di dua ruas jalan tersebut,  selain itu juga untuk menghidupkan kembali kota lama dan ditata semenarik mungkin, dimana penjual diklasifikasi, ada tempat khusus penjual makanan saja,  begitu juga dengan penjual asesoris dan pakaian,  serta lainnya.  "Selain itu juga lampu lampion akan menghiasi sepanjang jalanTeuku Umar akan menambah semaraknya bazar imlek yang akan dibuka pada 9 Januari besok",  tambah Syahrul. 

 

Pada hari Senin (7/1) Wakil Walikota Tanjungpinang Hj.  Rahma,  S. Ip dan Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang drs.  Riono,  M. Si turun langsung ke lapangan dan mempertanyakan langsung ke pedagang apakah benar mereka keberatan. Ternyata mereka siap mendukung kebijakan pemerintah. 

 

"Kegiatan tersebut juga tidak akan mengganggu ibadah kaum muslim di Masjid Agung,  karena akan ditata sedemikian rupa, sehingga suara musik maupun aroma masakan tidak akan menimbulkan masalah", ujar Syahrul.

 

Untuk itu,  Syahrul memghimbau agar masyarakat menghormati apa yang sudah menjadi putusan bersama dan tidak ada lagi gesekan-gesekan atas kebijakan yang sudah diambil pemerintah dan jangan sampai masalah tersebut dipolitisir sehingga dapat memperkeruh suasana, warga negara yang baik harus tunduk kepada pemerintah.  "Mari kita bersama-bersama menjaga Tanjungpinang agar tetap kondusif,  aman,  nyaman dalam harmoni kebhinnekaan, jadikan perbedaan untuk saling melengkapi dan memajukan negeri yang kita cintai", himbau Syahrul. (elvi/humas)